Tanya: Apakah sama asma pada setiap orang?
Jawab: Penyakit asma pada setiap individu berbeda-beda, tergantung pada:
- Tipe asma yang diderita
- Kondisi ringan atau beratnya asma
- Apa yang menjadi faktor pencetus asma (faktor pencetus kambuhnya asma dapat berbeda untuk setiap serangan)
Terdapat 2 tipe asma:
- Asma atopik (ekstrinsik), dicetuskan oleh alergen hirup (misal: bulu, kutu, serbuk sari, bau yang merangsang, asap rokok, kotoran hewan)
- Asma non alergik (intrinsik), dicetuskan oleh virus, stress, udara dingin/kering, asap bakaran, dll.
Tanya: Apakah bunyi nafas mengi (wheezing) hanya dijumpai pada penderita asma saja?
Jawab: Bunyi wheezing dapat dijumpai pada penyakit:
- Asma
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Penyakit jantung (pada edem paru)
- Sumbatan jalan nafas oleh penyebab lain: benda asing, kanker jalan nafas, dll.
Jawab:
- Asma tidak dapat disembuhkan/dihilangkan karena timbul dari bakat turunan, akan tetapi dapat dikontrol dan kekambuhan asma dapat dicegah.
- Penyakit asma itu sendiri dapat disertai dengan keadaan: kelainan dasar penyakit lain, penyakit penyerta, komplikasi, dan efek samping pengobatan.
- Oleh karena itu, seluruh keadaan tersebut perlu diobati.
Jawab: Evaluasi asma dilakukan melalui tahapan:
- Mengetahui riwayat penyakit asma: riwayat dan pengobatan asma sebelumny, keadaan asma dan alergi di lingkungan keluarg, faktor pencetus asma, penyakit penyerta
- Pemeriksaa Fisik
- Pemeriksan Penunjang
Jawab: Berbagai cara pemberian obat asma:
- Obat inhalasi, memberikan efek lokal
- Obat melalui peredaran darah (tablet/injeksi), yang akan memberikan efek pada keseluruhan organ tubuh sehingga dapat memberikan efek samping pada organ lain
Jawab:
- Gejala asma yang diketahui, antara lain: batuk yang berulang oleh rangsanga,sesak nafas bila beraktifita, nafas berbunyi mengik
- Bila hanya mengobati gejala asma saja, gejala tersebut akan terjadi berulang
Jawab: Terdapat beberapa masalah yang kita hadapi dalam tatalaksana asma, antara lain:
- Kurangnya pusat layanan/klinik khusus asma
- Kurangnya informasi dan edukasi pasien
- Kurangnya bantuan dari lingkungan: pengertian dan bantuan dari keluarga, upaya bersama masyarakat (misal: rekreasi, klub senam asma)
Jawab: Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan pasien asma:
- Pemahaman yang baik tentang asma
- Melakukan upaya pencegahan serangan
- Melaksanakan pengobatan dengan baik sesuai tingkat asma masing-masing
- Evaluasi dan pengelolaan berlebih lanjut yang cukup
- Komunikasi yang teratur dengan dokter
Jawab: Mengobati asma tidak hanya terhadap gejalanya saja (sesak nafas, batuk, mengi, dll), melainkan harus terhadap keseluruhan masalah asma:
- Faktor pencetus serangan asma
- Menurunkan kepekaan saluran nafas
- Mengobati komplikasi yang terjadi
Jawab: Olahraga tetap perlu dilakukan pada keadaan dan takaran yang tepat:
- Tidak dalam serangan asma
- Sesuai dengan kemampuan
- Pada saat awal memakai obat dulu sebelum mulai berolah raga
Kesimpulan:
1. Asma tidak dapat disembuhkan: progresifitasnya cegah, jaga asma agar selalu terkontrol2. Pengelolaan harus dilakukan secara obyektif/sistematis: perbaiki fungsi sampai optimal
3. Perawatan asma utama adalah di rumah
4. Kerjasama yang baik: dokter-pasienkeluarga
Dr. Zul Dahlan