22/05/11

Berbagai Salah Persepsi Tentang Asma

Tanya: Apakah sama asma pada setiap orang?
Jawab: Penyakit asma pada setiap individu berbeda-beda, tergantung pada:
  • Tipe asma yang diderita
  • Kondisi ringan atau beratnya asma
  • Apa yang menjadi faktor pencetus asma (faktor pencetus kambuhnya asma dapat berbeda  untuk setiap serangan)
Terdapat 2 tipe asma:
  • Asma atopik (ekstrinsik), dicetuskan oleh alergen hirup (misal: bulu, kutu, serbuk sari, bau  yang merangsang, asap rokok, kotoran hewan)
  • Asma non alergik (intrinsik), dicetuskan oleh virus, stress, udara dingin/kering, asap  bakaran, dll.

Tanya: Apakah bunyi nafas mengi (wheezing) hanya dijumpai pada penderita asma saja?
Jawab: Bunyi wheezing dapat dijumpai pada penyakit:
  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Penyakit jantung (pada edem paru)
  • Sumbatan jalan nafas oleh penyebab lain: benda asing, kanker jalan nafas, dll.
Tanya: Apakah asma bisa disembuhkan?
Jawab:
  • Asma tidak dapat disembuhkan/dihilangkan karena timbul dari bakat turunan, akan tetapi dapat dikontrol dan kekambuhan asma dapat dicegah.
  • Penyakit asma itu sendiri dapat disertai dengan keadaan: kelainan dasar penyakit lain,  penyakit penyerta, komplikasi, dan  efek samping pengobatan.
  • Oleh karena itu, seluruh keadaan tersebut perlu diobati.
Tanya: Bagaimana melakukan evaluasi asma?
Jawab: Evaluasi asma dilakukan melalui tahapan:
  • Mengetahui riwayat penyakit asma: riwayat dan pengobatan asma sebelumny, keadaan asma dan alergi di lingkungan keluarg, faktor pencetus asma, penyakit penyerta
  • Pemeriksaa Fisik
  • Pemeriksan Penunjang
Tanya: Apakah cara pemberian obat yang terbaik?
Jawab: Berbagai cara pemberian obat asma:
  • Obat inhalasi, memberikan efek lokal
  • Obat melalui peredaran darah (tablet/injeksi), yang akan memberikan efek pada keseluruhan organ tubuh sehingga dapat memberikan efek samping pada organ lain
Tanya: Apakah mengobati asma cukup hanya mengobati gejalanya saja?
Jawab:
  • Gejala asma yang diketahui, antara lain: batuk yang berulang oleh rangsanga,sesak nafas bila beraktifita, nafas berbunyi mengik
  • Bila hanya mengobati gejala asma saja, gejala tersebut akan terjadi berulang
Tanya: Apa masalah tatalaksana asma?
Jawab: Terdapat beberapa masalah yang kita hadapi dalam tatalaksana asma, antara lain:
  • Kurangnya pusat layanan/klinik khusus asma
  • Kurangnya informasi dan edukasi pasien
  • Kurangnya bantuan dari lingkungan: pengertian  dan bantuan dari  keluarga, upaya bersama masyarakat (misal: rekreasi, klub senam asma)
Tanya: Apa upaya dari pasien asma?
Jawab: Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan pasien asma:
  • Pemahaman yang baik tentang asma
  • Melakukan upaya pencegahan serangan
  • Melaksanakan pengobatan dengan baik sesuai tingkat asma masing-masing
  • Evaluasi dan pengelolaan berlebih lanjut yang cukup
  • Komunikasi yang teratur dengan dokter  
Tanya: Apakah memakai obat saat sesak nafas saja?
Jawab: Mengobati asma tidak hanya terhadap gejalanya saja (sesak nafas, batuk, mengi, dll), melainkan harus terhadap keseluruhan masalah asma:
  • Faktor pencetus serangan asma
  • Menurunkan kepekaan saluran nafas
  • Mengobati komplikasi yang terjadi
Tanya: Apakah pasien asma boleh berolah raga?
Jawab: Olahraga tetap perlu dilakukan pada keadaan dan takaran yang tepat:
  • Tidak dalam serangan asma
  • Sesuai dengan kemampuan
  • Pada saat awal memakai obat dulu sebelum mulai berolah raga
Kesimpulan:
1. Asma tidak dapat disembuhkan: progresifitasnya cegah, jaga asma agar selalu terkontrol
2. Pengelolaan harus dilakukan secara obyektif/sistematis: perbaiki fungsi sampai optimal
3. Perawatan asma utama adalah di rumah
4. Kerjasama yang baik: dokter-pasienkeluarga

Dr. Zul Dahlan