09/05/11

Memeriksakan Diri ke Dokter

Bila kita sakit dan pergi ke dokter, maka untuk menegakkan diagnosis penyakit, dokter Anda akan melakukan beberapa hal antara lain:
  • Anamnesa (wawancara), dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar keluhan utama sakit yang dirasakan oleh pasien, gejala-gejala yang terjadi, serta riwayat penyakit yang pernah diderita pasien. Pada saat ini, komunikasi yang baik antara pasien dengan dokter akan terjalin dengan baik. Sampaikan pada dokter beberapa pertanyaan Anda seputar pemeriksaan penunjang yang diperlukan atau terapi pengobatan yang akan diberikan oleh dokter.
  • Pemeriksaan fisik, apabila dokter menganggap anamesa sudah cukup, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien yang lengkap sesuai dengan indikasi dugaan penyakit yang diderita pasien. Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan adalah: (1) Inspeksi, dokter akan melihat bagian-bagian tubuh yang tidak normal yang merupakan tanda dari suatu penyakit, (2) Palpasi (perabaan), dokter akan melakukan perabaan pada bagian-bagian tubuh tertentu sesuai indikasi, misalnya: perabaan pada bagian lambung untuk mengetahui nyeri lambung, (3) Perkusi (mengetuk/memukul), dilakukan dengan mengetuk  jari yang diletakkan di bagian-bagian tubuh tertentu untuk mengetahui pantulan suaranya, apakah memberikan bunyi yang redup atau bertambah nyaring. Contoh, bila pada organ paru terdapat cairan, maka saat dokter melakukan perkusi akan terdengar bunyi paru yang tidak normal, (4) Auskultasi (mendengarkan), dengan menggunakan alat stetoskop, dokter akan mendengarkan suara pada bagian-bagian tubuh tertentu sesuai indikasi. Misalnya bila dalam saluran nafas terdapat cairan, maka suara nafas pasien akan terdengar berbeda dengan suara nafas yang normal. 
  • Pemeriksaan penunjang, sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosa penyakit. Jenis pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan oleh dokter sangat tergantung pada kemungkinan penyakit yang diderita pasien. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan antara lain: hematologi (darah), urine, foto rongent, EKG, USG, dll.
Setelah dokter memperoleh anamnesis, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan penunjang, maka dokter akan menentukan diagnosis penyakit pasien dan merencanakan terapi pengobatan dan tindak lanjut diagnostik terhadap penyakit tersebut.