11/05/11

Menyikat Gigi

Hal penting yang harus kita perhatikan adalah bahwa setiap kali kita menyikat gigi haruslah dapat membersihkan seluruh permukaan gigi dan menjangkau seluruh bagian gigi serta tidak melukai jaringan. Menyikat bagian gigi depan (labial) dan gigi belakang (buccal) dilakukan dengan cara diputar perlahan-lahan atau disikat dari arah gusi ke gigi (diputar perlahan ke arah bawah pada rahang atas dan ke arah atas pada rahang bawah). 
Bagian permukaan gigi (oclusal) disikat dengan cara maju mundur. Dan untuk bagian gigi yang dalam (palatal-lingual) disikat dengan cara dari arah gusi ke gigi atau dicungkil (vertikal). Waktu menyikat gigi, minimal 2 kali sehari, pagi-pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Menyikat gigi secara teratur khususnya setelah makan merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk memelihara kebersihan gigi dan mulut kita. Sikat & pasta gigi, sebaiknya menggunakan sikat gigi yang mempunyai kepala sikat tidak terlalu besar dengan ujung bulu sikat membulat dan berbulu banyak. Tangkai dan kepala sikat berbentuk lurus dan tangkai sikat cukup kuat agar terletak baik dalam tangan. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluor.

Masalah-masalah gigi
  • Bau mulut, dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain konsumsi makanan yang berbau tajam, atau disebabkan oleh adanya plak, karang gigi, gigi berlubang, infeksi pada gigi, atau penyakit umum lainnya.
  • Plak gigi, sisa-sisa makanan yang bercampur dengan air ludah akan membetuk lapisan tipis sebagai tempat menempelnya bakteri. Bila dibiarkan, bakteri akan tumbuh dan melekat pada permukaan gigi sehingga membentuk plak. Plak yang dibiarkan tanpa dibersihkan dengan sikat gigi dapat mengakibatkan gigi berlubang.
  • Radang gusi, antara lain disebabkan penumpukan plak gigi yang mengandung banyak bakteri dan menyebar ke daerah gusi dan mengakibatkan peradangan. Faktor lainnya yang dapat menyebabkan radang gusi antara lain adanya karang gigi dan faktor-faktor kesehatan umum lainnya.
  • Gigi berlubang, terjadi akibat aktivitas bakteri yang melunakkan jaringan keras gigi sehingga membentuk rongga. Jenis-jenis gigi berlubang:  gigi berlubang yang hanya kena pada lapisan gigi luar, gigi berlubang yang sudah kena lapisan dentin, dan gigi berlubang yang sudah kena jaringan pulpa.
  • Gusi bengkak, antara lain disebabkan abses karena adanya infeksi bakteri yang mampu membentuk nanah.
  • Gigi ompong, suatu keadaan dimana gigi tidak terdapat lagi atau terlepas dari tulang rahang, misalnya setelah pencabutan gigi.
  • Gigi bungsu, tumbuh pada usia dewasa, dan pertumbuhan yang terhambat dapat menimbulkan rasa sakit. Gigi impaksi adalah suatu keadaan dimana gigi mengalami kesulitan dalam pemunculannya. Muncul sebagian saja pada permukaan gusi dan terkadang posisinya terhalang oleh gigi lain dan/atau jaringan lunak.
Kontrol ke dokter gigi
Sebagian besar orang akan pergi ke dokter gigi bila sudah merasakan sakit gigi yang tidak tertahankan. Sebaiknya secara rutin kita melakukan kontrol gigi minimal 6 bulan sekali agar masalah-masalah yang terjadi pada gigi kita dapat segera diketahui dan diatasi. Perawatan gigi yang baik tentu saja memerlukan kerjasama yang baik antara pasien dan dokter.